Tim Oranye waspadai ledakan Dinamit

Bookmark and Share

Robin van Persie dan Klaas Jan Huntelaar menjadi andalan Belanda saat hadapi Denmark,

Tirai Maya - Dari sejarah pertemuan, Belanda dan Denmark mencatat 30 kali bentrok dengan statistik masih memihak tim Oranye dengan 12 kemenangan serta 10 imbang.

Namun, sejarah juga mencatat Denmark adalah tim penuh kejutan sehingga mendapat julukan dinamit,

Khalayak sepakbola terutama fans Belanda tentu masih ingat saat Piala Eropa 1992 digelar di Swedia. Kala itu benar-benar terbukti Denmark adalah tim dinamit.

Di babak semifinal, Belanda yang masih diperkuat bintang-bintangnya saat merebut trofi juara empat tahun sebelumnya merasakan ledakan Denmark.

Ruud Gullit, Dennis Bergkamp, Ronald Koeman dan lain-lain dipaksa menyerah lewat adu penalti dari Denmark yang datang sebagai pengganti Yugoslavia.

Kini di laga pembuka Grup B Piala Eropa 2012, di Stadion Metalist, Kharkiv, Robin van Persie dkk tentu tak ingin mengulang kekalahan dari Denmark.

Sebab, kemenangan di laga pembuka sangat menentukan di grup yang disebut-sebut sebagai grup neraka ini.
Dua top skorer

Lima laga terakhir Belanda

2 Juni 2012 Belanda 6 - Irlandia Utara 0
30 Mei 2012 Belanda 2 - Slovakia 0
26 Mei 2012 Belanda 1 - Bulgaria 2
22 Mei 2012 Bayern Muenchen 3 - Belanda 2
29 Feb 2012 Inggris 2 - Belanda 3

Dilihat dari sisi materi pemain, Belanda bisa dikatakan tak kekurangan apapun di semua lini. Semua pemain yang dimiliki manajer Bert van Marwijk berkelas dunia dan memiliki kemampuan di atas rata-rata.

Salah satu keunggulan Oranye ada di lini depan yang dihuni dua top skorer liga Inggris dan Jerman yaitu Robin van Persie dan Klaas Jan-Huntelaar.

Ketajaman keduanya tak perlu diragukan lagi. Buktinya selama babak kualifikasi Belanda mampu menggelontorkan 37 gol ke gawang lawan-lawannya dan 20 gol di antaranya adalah sumbangan Huntelaar dan Van Persie.

Di lini tengah, kualitas pemain Belanda juga tak diragukan. Serangan Belanda akan dimotori Wesley Sneijder, Arjen Robben dan Ibrahim Affelay. Masih kurang? Ada Rafael van der Vaart dan Dirk Kuyt menjadi pelapis berkualitas.

Sementara di sektor gelandang bertahan pemain senior Mark van Bommel serta Kevin Strootman asal PSV Eindhoven menjadi andalan.

Mungkin salah satu kelemahan Belanda adalah di lini belakang yang dihuni Gergory van der Wiel, Joris Mathijsen, John Heitinga dan Wilfried Bouma.

Kesalahan komunikasi kerap terjadi yang tak jarang membuat gawang Martin Stekelenburg menjadi sasaran empuk penyerang lawan.
Andalkan kolektifitas

Lima laga terakhir Denmark

2 Juni 2012 Denmark 2 – Australia 0
26 Mei 2012 Denmark 1 – Brasil 3
29 Feb 2012 Denmark 0 – Rusia 2
15 Nov 2011 Denmark 2 – Finlandia 1
11 Nov 2011 Denmark 2 – Swedia 0

Sementara itu Denmark, dengan minimnya pemain bintang membuat pelatih Morten Olsen harus lebih mengandalkan kolektivitas permainan ketimbang kemampuan individu.

Di lini depan, Denmark akan mengandalkan Nicklas Bendtner, pemain Arsenal yang di musim lalu dipinjamkan ke Sunderland.

Sebenarnya sebagai seorang striker kontribusi gol Bendtner untuk Denmark selama babak kualifikasi lalu terbilang minim yaitu hanya tiga gol dalam delapan laga.

Tetapi uniknya, setiap kali Bendtner mencetak gol maka Denmark akan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan.

Olsen akan memaksimalkan barisan tengahnya untuk menyediakan umpan-umpan terobosan untuk Bendter yang dengan postur tubuh dan kekuatannya diyakini mampu menembus benteng Belanda.

Sementara itu di lini belakang Simon Pulsen, Daniel Agger, Simon Kjaer dan Lars Jacobsen mengemban tugas berat untuk menahan gempuran Van Persie atau Huntelaar, agar gawang Thomas Sorensen tetap perawan. (tm) Sumber

JANGAN LUPA DI LIKE YACHH !!!