Khalayak sepakbola menunggu kiprah cemerlang Cristiano Ronaldo bersama timnas Portugal.
Tirai Maya - vegas99bet.com, Nyaris tak ada yang meragukan kemampuan Cristiano Ronaldo di lapangan hijau. Pemain ini memiliki kemampuan yang lengkap mulai kecepatan, ketajaman hingga visi permainan yang di atas rata-rata.
Pembuktiannya sebagai maestro lapangan hijau terbukti dengan membawa Real Madrid meraih juara La Liga musim 2011-2012. Dan pemain berusia 27 tahun ini mencetak 46 gol sebagai bukti sahih ketajamannya.
Sayangnya kecemerlangannya di level klub belum menular ke tim nasional Portugal yang sudah dibelanya sebanyak 90 kali itu. Di taraf antar negara Ronaldo belum mampu membawa Selecao meraih trofi terhormat.
Masih labilnya penampilan Ronaldo di timnas kembali terlihat saat Portugal dihantam Turki 1-3 dalam pertandingan persahabatan pada 2 Juni lalu. Bahkan dalam pertandingan itu CR7 -sebutan Ronaldo- gagal mengeksekusi tendangan penalti.
Nah, menghadapi Jerman di Grup B Piala Eropa 2012 menjadi ajang pembuktian apakah Ronaldo bisa secemerlang saat membela klub atau dia akan kembali melempem jika berseragam timnas.
Apalagi, Jerman yang akan dihadapi Selecao di Stadion Lviv Arena, Lviv, Minggu (10/6) dini hari nanti dikenal sebagai spesialis turnamen dan sangat sulit dikalahkan.
Apalagi timnas Jerman memiliki Mesut Ozil dan Sami Khedira rekan satu tim Ronaldo di Real Madrid yang paham betul gaya permainan eks punggawa Manchester United itu.
Sehingga, pengetahuan kedua pemain itu tentunya akan dimanfaatkan pelatih timnas Jerman Joachim Low untuk mematikan permainan Ronaldo yang menjadi nyawa Portugal itu.
Generasi emas
Paulo Bento sejauh ini dinilai berhasil meramu bakat-bakat Portugal menjadi tim yang efektif.
Dengan barisan pemain yang bermain di liga-liga utama Eropa misalnya Raul Meireles (Chelsea), Nani (Manchester United), Fabio Coentrao (Real Madrid) dan tentunya Cristiano Ronaldo tentu tak berlebihan jika tim Portugal saat ini kembali didaulat sebagai generasi emas berikutnya.
Semuanya kini berada di tangan pelatih Paulo Bento untuk meracik talenta luar biasa, dan juga ego, para pemain kelas dunia ini menjadi satu kekuatan mematikan. Dan nampaknya Bento mampu melakukan itu.
Buktinya saat ditangai Carlos Queiroz, Selecao gagal menang di dua laga perdana kualifikasi, seri melawan Siprus 4-4 dan kalah dari Norwegia 0-1.
Saat mengambil alih tim dari Queiroz, Bento tak mengubah susunan tim namun dia 'merotasi' posisi pemain sesuai keinginan dan potensi masing-masing pemain.
Misalnya, Ronaldo tak lagi ditempatkan sebagai ujung tombak, namun digesernya pemain mahal itu ke sayap kiri. Hasilnya cukup memuaskan.
Dengan menggunakan pola 4-3-3, Portugal bermain efektif dan memenangkan lima dari enam laga sisa di babak kualifikasi.
Puncaknya adalah menghantam Bosnia-Herzegovina di pertandinganplay-off dengan 0-0 dan 6-2, yang memastikan Portugal lolos ke putaran final di Polandia-Ukraina.
Memang masih perlu dibuktikan apakah racikan Bento ditambah kepiawaian Ronaldo di lapangan bisa meredam efektivitas tim Panser Jerman?
Muda dan mematikan
Mesut Ozil menjadi otak serangan tim nasional Jerman di Piala Eropa 2012.
Jerman lolos ke putaran final dengan rekor tak terkalahkan dan mengemas angka sempurna 30. Tak hanya itu, Mezut Ozil dkk membukukan 35 gol di babak kualifikasi.
Tak hanya mematikan, permainan Jerman yang selama berpuluh tahun dianggap membosankan kini menjadi atraktif dan enak ditonton.
Kehebatan lain adalah, tim asuhan Joachim Low ini adalah tim termuda Jerman selama 76 tahun terakhir dengan rata-rata usia pemain hanya 26 tahun.
Konsistensi Der Panzer ini selain dipengaruhi usia sebagian besar pemainnya yang masih muda juga karena kualitas pemain pengganti nyaris tak berbeda dengan pemain inti.
Dengan pola 4-2-3-1, Jerman mengandalkan ketajaman pemain senior Miroslav Klose untuk menggedor gawang lawan.
Meski demikian para pemain tengahnya Thomas Mueller, Mesut Ozil, Lukas Podolski serta Bastian Schweinsteiger terbilang cukup rajin mencetak gol.
Namun, otak serangan Jerman ada dalam diri Mesut Ozil yang baru berusia 23 tahun. Dari kaki pemain Real Madrid inilah alur serangan dan tempo permainan diciptakan.
Bahkan pelatih Joachim Low menyebut kemampuan Ozil mengatur serangan setara dengan kemampuan playmaker Barcelona dan timnas Spanyol, Xavi Hernandez.
Layak ditunggu, siapa yang akan bersinar di Ukraina, Cristiano Ronaldo ataukah Mesut Ozil.
(tm) Sumber
JANGAN LUPA DI LIKE YACHH !!!